Skip to main content

Dissolve Oxygen (DO) dan Zat Padat - Sumber Daya Air - Tehnik Lingkungan Lingkunganjaya

Dissolve Oxygen (DO)
Gas juga dapat dilarutkan dalam air. Oksigen, karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan nitrogen adalah contoh gas-gas yang larut dalam air. Gas larut dalam air
adalah penting.
Sebagai contoh, karbon dioksida sangat penting karena memiliki peranan dalam mengatur pH dan alkalinitas. 
Karbon dioksida dilepaskan ke dalam air oleh mikroorganisme dan dikonsumsi oleh tanaman air. Namun, oksigen terlarut (DO) dalam air adalah yang paling penting bagi kita di sini. DO tidak
hanya penting bagi sebagian besar organisme perairan, tetapi juga
indikator penting kualitas air.
Seperti kehidupan darat, perairan organisme membutuhkan oksigen untuk hidup. Air bergerak melewati mereka alat bantu pernapasan, mikroskopis gelembung gas oksigen di dalam air, DO, adalah dipindahkan dari air ke darah mereka. Seperti lain proses difusi gas, transfer hanya efisien di atas konsentrasi tertentu. Dengan kata lain, oksigen dapat hadir dalam air, tetapi pada konsentrasi terlalu rendah untuk kehidupan akuatik. Oksigen juga diperlukan oleh hampir semua ganggang dan macrophytes, dan untuk banyak reaksi kimia yang penting bagi tubuh air berfungsi.

Zat padat
Selain gas, semua kontaminan air berkontribusi konten yang padat. Air alami mengandung banyak terlarut dan undissolved makanan padat. Padat adalah yang undissolved nonpolar substansi dan terdiri dari partikel yang relatif besar bahan seperti lumpur, yang tidak akan larut. Classified oleh ukuran dan negara, karakteristik kimia, dan ukuran distribusi, makanan padat dapat tersebar di dalam air di kedua ditangguhkan
dan membubarkan bentuk.

Ukuran padat dalam air dapat diklasifikasikan sebagai ditangguhkan padat, debu, koloid, atau dibubarkan. Total padatan yang yang ditangguhkan dan padatan terlarut yang tetap di belakang ketika air dihilangkan dengan penguapan. Padat juga dicirikan sebagai volatile atau Baterai. Distribusi makanan padat ditentukan dengan menghitung persentase padatan berdasarkan ukuran filterable jangkauan. Solids biasanya meliputi makanan padat anorganik, seperti lumpur dan tanah liat di DAS, dan materi organik, seperti tanaman serat dan mikroorganisme dari alam atau sumber-sumber buatan manusia.
Dapus : Frank R. Spellman, Handbook water and wastewater  treatment plant operation.

Comments

Popular posts from this blog

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat Pemeriksaan nitrat merupakan periksaan yang agak sulit disebabkan karena tata kerja relatif kompleks, karena adanya unsur pengganggu, dan karena terbatasnya batas kadar dari berbagai teknik. Sampel yang telah diuji berarti batas konsentrasinya telah diketahui yang mana berarti pula metode pemeriksaannya sudah tertentu. Pengujian tersebut tidak berpengaruh pada hasil yang akan didapat. Alat ·         Spektrofotometer ·         Tabung kimia ·         Pipet isi 5 ml dan 10 ml ·         Pipet ukur 5 ml Bahan ·         Larutan sangga NH4OAc 1 M, pH 4,8. Timbang 77,00 gram serbuk NH4-asetat p.a. ke dalam labu ukur 1 l. Tambahkan air hingga sekitar 900 ml, tambahkan asam asetat glasial p.a. dan kocok hingga pH 4,8. Impitkan dengan air beb...

Breakpoint Chlorination (BPC) - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Breakpoint Chlorination (BPC) Sebelum dikonsumsi, biasanya air baku membutuhkan suatu proses pengolahan air. Sistem pengolahan air terdiri dari proses koagulasi-flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. Air yang telah disaring di unit filtrasi pada prinsipnya sudah memenuhi standar kualitas tetapi untuk keperluan menghindari kontaminasi air oleh mikroorganisme selama penyimpanan dan pendistribusian perlu dilakukan proses desinfeksi. Desinfeksi yang umum digunakan adalah dengan cara klorinasi, walaupun ada beberapa cara lain seperti dengan ozon dan ultra violet (UV) yang jarang digunakan. Keefektifan desinfektan dalam membunuh mikroorganisme tergantung pada (AWWA, 1997) : 1.   Jenis desinfektan yang digunakan 2.   Konsentrasi residu desinfektan 3.   Waktu dimana air kontak dengan desinfektan 4.   Temperatur air 5.   pH air, yang mempunyai pengaruh dalam mengnon-aktifkan apabila klorin digun...

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA - KLASIFIKASI BAHAYA & APD (ALAT PELINDUNG DIRI) - K3 - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA KLASIFIKASI BAHAYA n   KLASIFIKASI NFPA (NATIONAL FIRE PROTECTION ASSOCIATION ) KESEHATAN (NFPA HEALTH HAZARDS) MUDAH TERBAKAR (NFPA FLAMMABILITY HAZARDS) REAKTIVITAS (NFPA REACTIVITY HAZARDS) TINGKAT BAHAYA THD KES YANG DILAMBANGKAN DG WARNA BIRU n   4 =  BHAN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK ATAU YANG DAPAT MENIMBULKAN LUKA FATAL MESKIPUN ADA PERTOLONGAN DG SEGERA n   3 = BHN YANG DAPAT MENIMBULKAN AKIBAT SERIUS PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK, MESKIPUN ADA PERTOLONGAN SEGERA n   2 = BAHAN YANG PADA KETERPAAN INTENSIF ATAU TERUS MENERUS DAPAT MENIMBULKAN LUKA MESKIPUN TIDAK ADA PERTOLONGAN SEGERA. n   1 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API n   0 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API KLASIFIKASI FLAMMABILITY n   4 = BAHAN YANG SEGERA MENGUAP DALAM UDARA NORMAL DAN DAPAT TERBAKAR DENGAN CEPAT n   3 = BAHAN CAIR ATAU PADAT YANG DAPAT...