Jenis dan Cara Membuat Kompos - Kompos dari Sampah Organik Pasar atau Domestik - Persampahan - Tehnik Lingkungan Lingkunganjaya
Jenis dan Cara Membuat Kompos
Kompos dari Sampah Organik Pasar atau Domestik
Sampah organik pasar atau domestik
dapat diolah menjadi kompos dengan 3 metode:
A.
Metode Konvensional
Metode ini tidak menggunakan komposter.
Biasanya adonan kompos ditimbun dan ditutup dengan kain terpal. Selain kain
terpal dapat digunakan pula karung goni atau sabut kelapa yang dimasukkan dalam
kantung dari jaring plastik.
Salah satu contohnya adalah seperti
yang tercantum di bawah ini :
1.
Alat-alat yang dibutuhkan
Peralatan antara lain: parang/sabit, ember/bak plastik untuk
menampung air, ember untuk menyiram, plastik penutup, tali, sekop
garpu/cangkul, dan cetakan kompos (jika diperlukan).
Plastik
penutup dapat menggunakan plastik mulsa yang berwarna hitam. Belah plastik
tersebut sehingga lebarnya menjadi 2 m. Panjang plastik disesuaikan dengan
banyaknya bahan yang akan dikomposkan.
Cetakan
kompos dapat dibuat dari bambu atau kayu. Cetakan ini terdiri dari 4 bagian
terpisah, dua bagian berukuran kurang lebih 2 x 1 m dan dua lainnya berukuran 1
x 1 m.
2.
Bahan
a. Sampah organik domestik
Sampah ini dapat berupa sampah rumah tangga dan sampah taman. Sampah tersebut harus dipisahkan dari
sampah plastik, logam, kaca, dll. Sebaiknya sampah organik tersebut adalah
campuran antara sampah yang memiliki
kandungan C dengan kandungan N.
b. Aktivator Pengomposan
Aktivator yang digunakan adalah PROMI.
Jika aktivator pengomposan sulit diperoleh dapat menggunakan kotoran ternak
atau rumen sapi untuk mempercepat proses pengomposan.
c. Air
3.
Lokasi Pengomposan
Pengomposan sebaiknya dilakukan di dekat kebun yang akan
diaplikasi kompos atau di dekat sumber bahan baku yang akan dibuat kompos. Pemilihan lokasi ini akan menghemat biaya transportasi dan biaya tenaga
kerja. Lokasi juga dipilih dekat dengan sumber air. Karena apabila jauh dengan
sumber air akan menyulitkan proses pengomposan.
4.
Tahapan Pengomposan
a.
Memperkecil
ukuran bahan. Untuk memperkecil ukuran bahan dapat dilakukan dengan menggunakan
parang atau dengan mesin pencacah.
b.
Menyiapkan
aktivator pengomposan. Aktivator (Orgadec atau Promi) dilarutkan ke dalam air
sesuai dosis yang dibutuhkan.
c.
Pemasangan
cetakan.
d.
Memasukkan bahan ke dalam cetakan
selapis demi selapis. Tinggi lapisan kurang lebih seperlima dari tinggi
cetakan. Injak-injak bahan tersebut agar memadat sambil disiram dengan
aktivator pengomposan.
e.
Dalam setiap lapisan siramkan aktivator
pengomposan. Setelah cetakan penuh, buka cetakan dan
tutup tumpukan kulit buah kakao dengan plastik.
B.
Metode komposter dengan penambahan bakteri (aktivator)
Sampah merupakan material sisa yang
tidak diinginkan. 60%- 70% sampah yang dihasilkan adalah sampah organik/sampah
basah (sampah rumah tangga, sampah dapur, sampah kebun, sampah restoran/sisa
makanan, sampah pasar dll). Salah satu solusi yang cukup tapat untuk menangani
masalah sampah organik adalah dengan menjadikannya kompos melalui suatu alat
yang disebut komposter. Pengomposan dengan
teknologi komposter adalah proses penguraian sampah organik secara aerob dengan
mengunakan Sy-Dec mikroba pengurai dan Organic Agent (bahan mineral organik).
Cara penggunaan komposter :
1
sampah
organik yang telah terpilah dipotong/dirajang kecil- kecil (1-2 cm)
2
campur sampah organik dengan Organic Agent (bahan mineral organik :serbuk
gergaji, dedak, abu dll)
3
Siram/cipratkan larutan Sy-Dec mikroba
pengurai pada bahan sampah organik sampai membasahi semua bahan dan menjadi
lembab.
4
Bahan sampah yang telah diproses 1 sd 3
dimasukkan ke dalam komposter Proses
komposting yang baik temperatur 40-50 derajat celcius dapat dicapai dalam 2-3
hari.
5
Proses pembusukan sampah organik dalam komposter selama 7-10 hari(tergantung dari bahan
baku sampah organik). Bolak-balik/tusuk-tusuk media kompos setiap hari agar
proses aerasi berjalan dengan baik.
6
keluarkan sampah organik yang telah
menjadi kompos melalui pintu yang ada dibagian bawah komposter. Simpan ditempat
teduh agar kena angin,kompos akan menjadi kering dan gembur
7
Kompos
siap digunakan atau dikemas.
C. Teknik komposter tanpa penambahan bakteri
v Komposter keranjang takakura
Dikembangkan oleh Bapak dan Ibu Djamaludin, Taman Karinda, Bandung.
Dikembangkan oleh Bapak dan Ibu Djamaludin, Taman Karinda, Bandung.
Pengomposan cara ini sangat bermanfaat
untuk para mahasiswa, bujangan, keluarga kecil, karena bisa ditempatkan di
dalam kamar, apartemen, atau di dalam rumah biasa. Caranya:
1
Pertama,
cari keranjang berukuran 50 liter berlubang-lubang kecil (supaya bangsanya
tikus tidak bisa masuk). Jangan lupa kalau membeli keranjang plastik ini berikut
tutupnya.
2
Kedua,
cari doos bekas wadah air minum kemasan, atau bekas wadah super mi, asal bisa
masuk ke dalam keranjang. Doos ini untuk wadah langsung dari bahan-bahan yang
akan dikomposkan.
3
Ketiga, isikan ke dalam doos ini kompos
yang sudah jadi. Kalau sebelumnya anda tidak membuat kompos sendiri, anda minta
saja ke teman anda yang punya persediaan kompos yang siap pakai. Tebarkan
kompos ke dalam doos selapis saja setebal kurang lebih 5 cm. Lapisan kompos
yang sudah jadi ini berfungsi sebagai starter proses pengomposan, karena di
dalam kompos yang sudah jadi tersebut mengandung banyak sekali mikroba-mikroba
pengurai. Setelah
itu masukkan doos tersebut ke dalam keranjang plastik.
4
Keempat, bahan-bahan yang hendak
dikomposkan sudah bisa dimasukkan ke dalam keranjang. Bahan-bahan yang
sebaiknya dikomposkan antara lain: Sisa makanan dari meja makan: nasi, sayur,
kulit buah-buahan. Sisa sayuran mentah dapur: akar sayuran, batang sayuran yang
tidak terpakai. Sebelum dimasukkan ke dalam keranjang, harus dipotong-potong
kecil-kecil sampai ukuran 2 cm x 2 cm.
5
Kelima, setiap hari bahkan setiap habis
makan, lakukanlah proses memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan seperti
tahap sebelumnya. Demikian seterusnya. Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan
bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bilamana perlu tambahkan lagi selapis kompos yang sudah
jadi.
Anehnya,
doos dalam keranjang ini lama tidak penuhnya, sebab bahan-bahan dalam doos tadi
mengempis. Terkadang kompos ini beraroma jeruk, bila kita banyak
memasukkan kulit jeruk. Bila kompos sudah berwarna coklat kehitaman dan suhu
sama dengan suhu kamar, maka kompos sudah dapat dimanfaatkan.
Catatan: khusus untuk komposter
Keranjang Takakura ini, upayakan agar bekas sayuran bersantan, daging dan bahan
lain yang mengandung protein tidak dimasukkan ke dalam doos. Mengingat
starter-nya telah menggunakan kompos yang sudah jadi, maka MOL (mikroba loka)
tidak digunakan.
v
Metode pembuatan kompos dengan
Reaktor Kompos (Komposter) sederhana
Sebenarnya reaktor ini bisa dibuat dari apa saja. Salah satu
contohnya adalah terbuat dari drum PVC.
Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah, reaktor ini harus memiliki
sistem ventilasi yang bagus. Reaksi pengkomposan adalah memang jenis reaksi
yang memerlukan udara. Jika reaktor ini tidak memiliki sistem ventilasi yang
baik, proses pembusukan yang terjadi juga akan menghasilkan bau busuk akibat
dari pembentukan amoniak dan H2S.
Contoh
cara pembuatan kompos dengan komposter adalah sebagai berikut :
- Siapkan wadah ember
plastik bekas atau drum. Dasarnya dilubangi untuk tempat keluarnya air.
Dapat pula dibuat lubang dalam tanah.
- Isi wadah/lubang
dengan pasir. Di atas pasir ditaburi sampah organik atau sampah basah
(sayuran, buah, dedaunan) dari dapur/kebun.
- Tambahkan pada
lapisan berikutnya kotoran ayam, kambing, burung dan lainnya.
- Taburkan kapur
pertanian/dolomit dan atau abu gosok di atasnya. Kemudian lapisan
berikutnya di taburi tanah secukupnya.
- Ulangi tahapan ini
selapis demi selapis sampai wadah/lubang penuh dan lapisan paling atas ditutup
tanah untuk menahan bau.
- Biarkan tumpukan
tersebut selama 1-1,5 bulan dan jaga wadah/lubang tersebut agar tetap
lembab. Proses pembuatan kompos sederhana tersebut telah selesai bila
bahan-bahan dalam lapisan telah menyusut sekitar 50 %.
Comments
Post a Comment