Skip to main content

Pengertian Pengembangan Masyarakat - Pengembangan Masyarakat (PengMas) - Tehnik Lingkungan Lingkunganjaya

Pengembangan Masyarakat

Pengembangan Masyarakat memiliki fokus terhadap upaya menolong anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk bekerja sama, mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudian melakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pengembangan Masyarakat seringkali diimplementasikan dalam bentuk (a) proyek-proyek pembangunan yang memungkinkan anggota masyarakat memperoleh dukungan dalam memenuhi kebutuhannya atau melalui (b) kampanye dan aksi sosial yang memungkinkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh pihak-pihak lain yang bertanggungjawab (Payne, 1995:165). 
Pengembangan Masyarakat (community development) terdiri dari dua konsep, yaitu “pengembangan” dan “masyarakat”. Secara singkat, pengembangan atau pembangunan merupakan usaha bersama dan terencana untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Bidang-bidang pembangunan biasanya meliputi beberapa sektor, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial-budaya. Masyarakat dapat diartikan dalam dua konsep, yaitu (Mayo, 1998:162).
Pengembangan Masyarakat yang berbasis masyarakat seringkali diartikan dengan pelayanan sosial gratis dan swadaya yang biasanya muncul sebagai respon terhadap melebarnya kesenjangan antara menurunnya jumlah pemberi pelayanan dengan meningkatnya jumlah orang yang membutuhkan pelayanan. Pengembangan Masyarakat juga umumnya diartikan sebagai pelayanan yang menggunakan pendekatan-pendekatan yang lebih bernuansa pemberdayaan (empowerment) yang memperhatikan keragaman pengguna dan pemberi pelayanan. 

Dengan demikian, Pengembangan Masyarakat dapat didefinisikan sebagai metoda yang memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupannya (AMA, 1993). Menurut Twelvetrees (1991:1) PM adalah “the process of assisting ordinary people to improve their own communities by undertaking collective actions”.

Comments

Popular posts from this blog

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat Pemeriksaan nitrat merupakan periksaan yang agak sulit disebabkan karena tata kerja relatif kompleks, karena adanya unsur pengganggu, dan karena terbatasnya batas kadar dari berbagai teknik. Sampel yang telah diuji berarti batas konsentrasinya telah diketahui yang mana berarti pula metode pemeriksaannya sudah tertentu. Pengujian tersebut tidak berpengaruh pada hasil yang akan didapat. Alat ·         Spektrofotometer ·         Tabung kimia ·         Pipet isi 5 ml dan 10 ml ·         Pipet ukur 5 ml Bahan ·         Larutan sangga NH4OAc 1 M, pH 4,8. Timbang 77,00 gram serbuk NH4-asetat p.a. ke dalam labu ukur 1 l. Tambahkan air hingga sekitar 900 ml, tambahkan asam asetat glasial p.a. dan kocok hingga pH 4,8. Impitkan dengan air beb...

Breakpoint Chlorination (BPC) - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Breakpoint Chlorination (BPC) Sebelum dikonsumsi, biasanya air baku membutuhkan suatu proses pengolahan air. Sistem pengolahan air terdiri dari proses koagulasi-flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. Air yang telah disaring di unit filtrasi pada prinsipnya sudah memenuhi standar kualitas tetapi untuk keperluan menghindari kontaminasi air oleh mikroorganisme selama penyimpanan dan pendistribusian perlu dilakukan proses desinfeksi. Desinfeksi yang umum digunakan adalah dengan cara klorinasi, walaupun ada beberapa cara lain seperti dengan ozon dan ultra violet (UV) yang jarang digunakan. Keefektifan desinfektan dalam membunuh mikroorganisme tergantung pada (AWWA, 1997) : 1.   Jenis desinfektan yang digunakan 2.   Konsentrasi residu desinfektan 3.   Waktu dimana air kontak dengan desinfektan 4.   Temperatur air 5.   pH air, yang mempunyai pengaruh dalam mengnon-aktifkan apabila klorin digun...

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA - KLASIFIKASI BAHAYA & APD (ALAT PELINDUNG DIRI) - K3 - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA KLASIFIKASI BAHAYA n   KLASIFIKASI NFPA (NATIONAL FIRE PROTECTION ASSOCIATION ) KESEHATAN (NFPA HEALTH HAZARDS) MUDAH TERBAKAR (NFPA FLAMMABILITY HAZARDS) REAKTIVITAS (NFPA REACTIVITY HAZARDS) TINGKAT BAHAYA THD KES YANG DILAMBANGKAN DG WARNA BIRU n   4 =  BHAN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK ATAU YANG DAPAT MENIMBULKAN LUKA FATAL MESKIPUN ADA PERTOLONGAN DG SEGERA n   3 = BHN YANG DAPAT MENIMBULKAN AKIBAT SERIUS PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK, MESKIPUN ADA PERTOLONGAN SEGERA n   2 = BAHAN YANG PADA KETERPAAN INTENSIF ATAU TERUS MENERUS DAPAT MENIMBULKAN LUKA MESKIPUN TIDAK ADA PERTOLONGAN SEGERA. n   1 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API n   0 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API KLASIFIKASI FLAMMABILITY n   4 = BAHAN YANG SEGERA MENGUAP DALAM UDARA NORMAL DAN DAPAT TERBAKAR DENGAN CEPAT n   3 = BAHAN CAIR ATAU PADAT YANG DAPAT...