Skip to main content

Fosfat dengan Metoda Khlorid Timah - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Fosfat dengan Metoda Khlorid Timah

Fosfat
Pospat terdapat dalam air atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat organis. Ortofosfat adalah senyawa monomer seperti H2PO4- , HPO42-, dan PO4 3-, sedangkan poliposphat atau condensed phosphates merupakan senyawa polimer seperti (PO3)6 3- atau heksametafosfat,P3O105- ( tripolifosfat) dan P2O74- (pirofosfat). Fosfat organis adalah P yang terikat dengan senyawa-senyawa organis sehingga tidak berada dalam larutan secara terlepas. Dalam air alam atau buangan, fosfor P yang terlepas dan senyawa P selain yang disebutkan diatas hampir tidak ditemui.

Klorida
Klorida adalah bentuk ion Cl-, merupakan salah satu bentuk anion anorganik di air dan air buangan. Pada air yang dapat diminum, rasa asin diproduksi dari konsentrasi ion yang berubah-ubah dan tergantung dari komposisi senyawa kimia yang terdapat dalam air. Beberapa air mengandung 250 MgCl- / liter yang memiliki rasa asin yang dapat ditemukan apabila kationnya adalah sodium. Di lain sisi, rasa asin mungkin tidak dapat ditemukan dalam air yang mengandung 1000mg/L ketika kation yang dominan adalah kalsium dan magnesium.

Alat
Tabung reaksi
Pippet
Gelas kimia
Bahan
  • Indikator phenophthalein
  • Larutan asam kuat
  • Reagen amonium
  • Larutan standar fosfat
  • Reagen ekstraksi: benzena, isobutanol, amonium, larutan asam alkohol sulfur

Perlakuan pendahuluan sampel
untuk 100ml sampel yang mengandung tidak lebih dari 200mikrogram dan bebas dari warna dan kekentalan, ditambahkan 0,05ml indikator phenolptalien. Apabila sampel berubah warna menjadi merah muda, ditambahkan larutan asam kuat untuk menghilangkan warna.apabila lebih dari 0,25 ml yang diperlukan, ambil sedikit sampel dan encerkan menjadi 100ml dengan menyuling air setelah penghilangan warna merah muda pertama dengan asam.

Proses pewarnaan
Tambahkan, melalui pencampuran setelah dicampurkan masing-masing, 4ml reagen molybdate 1 dan 0,5ml reagen stanous klorida 1. Bandingkan perubahan warna dan intensitas warna yang ditentukan dari temperatur larutan terakhir, setiap kenaikan 1 derajat celcius memproduksi sekitar kenaikan 1% pada warna tersebut. Dari sini, pegang sampel, standart dan reagen dalam 2 derajat celcius dari salah satunya dan pada temperatur antara 20-30 derajat celcius.

Pengukuran warna
Setelah 10 menit, tetapi sebelum 12 menit, gunakaninterval yang sama untuk smeua tetapan,pengukuran warna fotometrikal pada 690 nanometer dan bandingkan dengan kurva kalibrasi, menggunakan air suling kosong. panjang gelombang cahaya yang cocok untuk berbagai rentang konsentrasi adalah sebagai berikut
        Rata-rata (Mg/L)                     alur gelombang (cm)
                    0.3-2                                        0.5
                    0.1-1                                        2
                    0.007-0.2                                 10

selalu kosongkan reagen dan air suling. karena warna pada awalnya dan kemudian berkembang semakin memudar. pertahankan kondisi waktu yang sama untuk sampel dan standar. persiapkan satu standar dengan setiap rangkaian sample sekali setiap hari dimana tes dilakukan.kurva kalibrasi dapat menyimpang dari garis lurus di atas konsentrasi dari 0,3 ke 0,2 mg/l.

Ekstraksi
Ketika sensitifitas meningkat secara dikehendaki atau kaena gangguan yang datang ekstrak fosfat sebagai berikut
  40ml sample di pipet, dan diencerkan sampai 125ml dan pisahkan. Tambah 50.0 ml isobutanol benzene terlarut dan 150 ml molybdate reagen II. Tutup saluran pertama dan guncangkan dengan kuat kira-kira 15 s. jika endapan fosfat muncul, keterlambatan akan meningkatkan konversi ke ortofosfat.lepas stper dan ambil kembali 25ml lapisan organic terpisah menggunakan pipet. Pindahkan ke botol dgn volum 50ml.tambahkan 15 sampai 16 ml H2SO2, enceran, aduk dan tambahkan 0,5 ml reagen stannous klorit yg telah dicairkan.

  Aduk dan encerkan denagn alcohol H2SO2 dan campur sepenuhnya. Setelah 10 menit, tetapi sebelum 30 menit baca pada 625 nanometer.siapkan dengan membawa 40ml air suling melalui prosedur yang sama yang digunakan untuk sampel. Baca konsentrasi fosfat dari sebuah survey kalibrasi yang disiapkan sesuai standar  yang telah diketahui melalui prosedur yang sama yang digunakan untuk sampel.

Comments

Popular posts from this blog

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat Pemeriksaan nitrat merupakan periksaan yang agak sulit disebabkan karena tata kerja relatif kompleks, karena adanya unsur pengganggu, dan karena terbatasnya batas kadar dari berbagai teknik. Sampel yang telah diuji berarti batas konsentrasinya telah diketahui yang mana berarti pula metode pemeriksaannya sudah tertentu. Pengujian tersebut tidak berpengaruh pada hasil yang akan didapat. Alat ·         Spektrofotometer ·         Tabung kimia ·         Pipet isi 5 ml dan 10 ml ·         Pipet ukur 5 ml Bahan ·         Larutan sangga NH4OAc 1 M, pH 4,8. Timbang 77,00 gram serbuk NH4-asetat p.a. ke dalam labu ukur 1 l. Tambahkan air hingga sekitar 900 ml, tambahkan asam asetat glasial p.a. dan kocok hingga pH 4,8. Impitkan dengan air beb...

Breakpoint Chlorination (BPC) - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Breakpoint Chlorination (BPC) Sebelum dikonsumsi, biasanya air baku membutuhkan suatu proses pengolahan air. Sistem pengolahan air terdiri dari proses koagulasi-flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. Air yang telah disaring di unit filtrasi pada prinsipnya sudah memenuhi standar kualitas tetapi untuk keperluan menghindari kontaminasi air oleh mikroorganisme selama penyimpanan dan pendistribusian perlu dilakukan proses desinfeksi. Desinfeksi yang umum digunakan adalah dengan cara klorinasi, walaupun ada beberapa cara lain seperti dengan ozon dan ultra violet (UV) yang jarang digunakan. Keefektifan desinfektan dalam membunuh mikroorganisme tergantung pada (AWWA, 1997) : 1.   Jenis desinfektan yang digunakan 2.   Konsentrasi residu desinfektan 3.   Waktu dimana air kontak dengan desinfektan 4.   Temperatur air 5.   pH air, yang mempunyai pengaruh dalam mengnon-aktifkan apabila klorin digun...

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA - KLASIFIKASI BAHAYA & APD (ALAT PELINDUNG DIRI) - K3 - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA KLASIFIKASI BAHAYA n   KLASIFIKASI NFPA (NATIONAL FIRE PROTECTION ASSOCIATION ) KESEHATAN (NFPA HEALTH HAZARDS) MUDAH TERBAKAR (NFPA FLAMMABILITY HAZARDS) REAKTIVITAS (NFPA REACTIVITY HAZARDS) TINGKAT BAHAYA THD KES YANG DILAMBANGKAN DG WARNA BIRU n   4 =  BHAN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK ATAU YANG DAPAT MENIMBULKAN LUKA FATAL MESKIPUN ADA PERTOLONGAN DG SEGERA n   3 = BHN YANG DAPAT MENIMBULKAN AKIBAT SERIUS PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK, MESKIPUN ADA PERTOLONGAN SEGERA n   2 = BAHAN YANG PADA KETERPAAN INTENSIF ATAU TERUS MENERUS DAPAT MENIMBULKAN LUKA MESKIPUN TIDAK ADA PERTOLONGAN SEGERA. n   1 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API n   0 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API KLASIFIKASI FLAMMABILITY n   4 = BAHAN YANG SEGERA MENGUAP DALAM UDARA NORMAL DAN DAPAT TERBAKAR DENGAN CEPAT n   3 = BAHAN CAIR ATAU PADAT YANG DAPAT...