Skip to main content

Macam Cara Metode Pengujian Gas di Udara - Kualitas Udara - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

METODE PENGUJIAN KANDUNGAN GAS HIDROKARBON (HC) Dl UDARA
DENGAN ALAT GAS KROMATOGRAP

          Prosedur pengambilan benda uji, antara lain:
1) susunan peralatan seperti gambar;
2) hidupkan pompa udara, dengan laju aliran 0,2 liter/menit;
3) ukur suhu, tekanan serta kelembaban udara;
4) Matikan pompa udara ;

5) simpan benda uji dengan waktu penyimpanan tidak lebih dari 5 jam.



METODE PENGUJIAN KANDUNGAN GAS 03 Dl UDARA
DENGAN MENGGUNAKAN ALAT SPEKTROFOTOMETER

          Prosedur pengambilan benda uji, adalah:
a) bersihkan botol penyerap dengan aquades dan keringkan
b) isi botol Penyerap dengan larutan Penyerap sebanyak 10 mL;
c) bungkus botol dengan aluminium foil.
d) Susun alat, kemudian alirkan udara dengan pompa hisap, dengan kecepatan alir (1-2) liter/menit, lalu tuangkan ke dalam tabung reaksi, setelah pengaliran udara selama 30 menit;
e) tutup dengan parafin dalam termos dingin kemudian di ke laboratorium untuk  dianalisa.



METODE PENGUJIAN KADAR NOx Dl UDARA
DENGAN MENGGUNAKAN ALAT SPEKTROFOTOMETER

          Prosedur pengujiannya adalah:
              siapkan botol penyerap, lalu bersihkan botol penyerap dengan aquades, setelah itu masukkan 20 ml larutan penyerap. Kemudian bungkus botol dengan aluminium foil, dan susun peralatannya. Penyiapan bahan pelarut, pengujian benda uji, pekerjaan kalibrasi serta perhitungan yang diuraikan secara terinci dalam metode ini.


METODE PENGUJIAN KADAR PARTIKEL DEBU Dl UDARA SECARA GRAVIMETRI
DENGAN MENGGUNAKAN HIGH VOLUME AIR SAMPLER (HVS)

          Cara pengujiannya adalah:
                Letakkan kertas saring tersebut pada desikator selama 24 jam,kemudian timbanglah (kertas saring ini siap untuk dianalisa secara kimia).


METODE PENGUJIAN KANDUNGAN GAS CO Dl UDARA
DENGAN MENGGUNAKAN NDIR

          Metode pengujian ini dimaksudkan sebagai acuan diam melakukan pengujian kandungan gas CO di udara dengan menggunakan alat Non Dispersive Infra Red (NDIR) di laboratorium, dengan tujuan untuk memperoleh besarnya kandungan Gas CO di udara, sehingga dapat digunakan oleh perencana untuk pemantauan buangan lalu lintas. 


METODE PENGUJIAN KONSENTRASI HIDROGEN SULFIDA (H2S) DALAM UDARA
DENGAN ALAT SPEKTROFOTOMETER

          Metode pengujian ini dimaksudkan sebagai acuan dalam melakukan pengujian konsentrasi hidrogen sulfida (H2S) di udara. dengan meng-gunakan alat spektrofotometer di lapangan, dengan tujuan untuk mengukur kandungan partikulat mengenai pencemaran udara oleh H2S. sehingga dapat digunakan oleh perencana untuk memantau buangan lalu lintas.

Kesimpulan
        Metode penentuan komposisi kimia partikulat untuk tiap elemen organic maupun anorganik berbeda.
   Penentuan kandungan gas hidrokarbon (HC) dl udara dapat dilakukan dengan alat gas kromatograp
  Penentuan kandungan gas 03 di udara dapat dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer
          Penentuan kadar nox dl udara dapat dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer
          Penentuan kadar partikel debu dl udara secara gravimetri dengan menggunakan High Volume Air Sampler (HVS)
          Penentuan kandungan gas co dl udara dengan menggunakan ndir
          Penentuan konsentrasi hidrogen sulfida (h2s) dalam udara dengan alat spektrofotometer.

Comments

Popular posts from this blog

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat Pemeriksaan nitrat merupakan periksaan yang agak sulit disebabkan karena tata kerja relatif kompleks, karena adanya unsur pengganggu, dan karena terbatasnya batas kadar dari berbagai teknik. Sampel yang telah diuji berarti batas konsentrasinya telah diketahui yang mana berarti pula metode pemeriksaannya sudah tertentu. Pengujian tersebut tidak berpengaruh pada hasil yang akan didapat. Alat ·         Spektrofotometer ·         Tabung kimia ·         Pipet isi 5 ml dan 10 ml ·         Pipet ukur 5 ml Bahan ·         Larutan sangga NH4OAc 1 M, pH 4,8. Timbang 77,00 gram serbuk NH4-asetat p.a. ke dalam labu ukur 1 l. Tambahkan air hingga sekitar 900 ml, tambahkan asam asetat glasial p.a. dan kocok hingga pH 4,8. Impitkan dengan air beb...

Breakpoint Chlorination (BPC) - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Breakpoint Chlorination (BPC) Sebelum dikonsumsi, biasanya air baku membutuhkan suatu proses pengolahan air. Sistem pengolahan air terdiri dari proses koagulasi-flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. Air yang telah disaring di unit filtrasi pada prinsipnya sudah memenuhi standar kualitas tetapi untuk keperluan menghindari kontaminasi air oleh mikroorganisme selama penyimpanan dan pendistribusian perlu dilakukan proses desinfeksi. Desinfeksi yang umum digunakan adalah dengan cara klorinasi, walaupun ada beberapa cara lain seperti dengan ozon dan ultra violet (UV) yang jarang digunakan. Keefektifan desinfektan dalam membunuh mikroorganisme tergantung pada (AWWA, 1997) : 1.   Jenis desinfektan yang digunakan 2.   Konsentrasi residu desinfektan 3.   Waktu dimana air kontak dengan desinfektan 4.   Temperatur air 5.   pH air, yang mempunyai pengaruh dalam mengnon-aktifkan apabila klorin digun...

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA - KLASIFIKASI BAHAYA & APD (ALAT PELINDUNG DIRI) - K3 - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA KLASIFIKASI BAHAYA n   KLASIFIKASI NFPA (NATIONAL FIRE PROTECTION ASSOCIATION ) KESEHATAN (NFPA HEALTH HAZARDS) MUDAH TERBAKAR (NFPA FLAMMABILITY HAZARDS) REAKTIVITAS (NFPA REACTIVITY HAZARDS) TINGKAT BAHAYA THD KES YANG DILAMBANGKAN DG WARNA BIRU n   4 =  BHAN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK ATAU YANG DAPAT MENIMBULKAN LUKA FATAL MESKIPUN ADA PERTOLONGAN DG SEGERA n   3 = BHN YANG DAPAT MENIMBULKAN AKIBAT SERIUS PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK, MESKIPUN ADA PERTOLONGAN SEGERA n   2 = BAHAN YANG PADA KETERPAAN INTENSIF ATAU TERUS MENERUS DAPAT MENIMBULKAN LUKA MESKIPUN TIDAK ADA PERTOLONGAN SEGERA. n   1 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API n   0 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API KLASIFIKASI FLAMMABILITY n   4 = BAHAN YANG SEGERA MENGUAP DALAM UDARA NORMAL DAN DAPAT TERBAKAR DENGAN CEPAT n   3 = BAHAN CAIR ATAU PADAT YANG DAPAT...