Skip to main content

SULFAT (SO4) - Laboratorium Linngkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

SULFAT (SO4)

Prinsip Analisa
Ion sulfat dalam air dengan penambahan kristal BaCl2 dan buffer salt acid akan terbentuk koloid tersuspensi (kekeruhan). Semakin tinggi konsentrasi sulfat, semakin keruh cairan. Kekeruhan yang terjadi diukur dengan Turbidimeter.

Alat-alat
  1. Labu erlenmeyer
  2. Pipet gondok
  3. Gelas ukur 100 ml
  4. Spektrofotometer
Bahan
  1. Sampel 100 ml
  2. 2 ml larutan buffer sulfat
  3. 2 ml larutan BaCl2 10%
Cara Kerja
1.      Memasukkan 100 ml sampel air ke dalam labu erlenmeyer
2.      Menambahkan 2 ml buffer sulfat dan 2 ml BaCl2 10 %
3.      Jika ada endapan putih maka dinyatakan positif
4.      Membaca hasil spektrofotometri dengan λ = 420 nm

5.      Mencatat konsentrasi SO42- dalam mg/l

Comments

Popular posts from this blog

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Nitrat dengan Metoda Brucin Asetat Pemeriksaan nitrat merupakan periksaan yang agak sulit disebabkan karena tata kerja relatif kompleks, karena adanya unsur pengganggu, dan karena terbatasnya batas kadar dari berbagai teknik. Sampel yang telah diuji berarti batas konsentrasinya telah diketahui yang mana berarti pula metode pemeriksaannya sudah tertentu. Pengujian tersebut tidak berpengaruh pada hasil yang akan didapat. Alat ·         Spektrofotometer ·         Tabung kimia ·         Pipet isi 5 ml dan 10 ml ·         Pipet ukur 5 ml Bahan ·         Larutan sangga NH4OAc 1 M, pH 4,8. Timbang 77,00 gram serbuk NH4-asetat p.a. ke dalam labu ukur 1 l. Tambahkan air hingga sekitar 900 ml, tambahkan asam asetat glasial p.a. dan kocok hingga pH 4,8. Impitkan dengan air beb...

Breakpoint Chlorination (BPC) - Laboratorium Lingkungan - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

Breakpoint Chlorination (BPC) Sebelum dikonsumsi, biasanya air baku membutuhkan suatu proses pengolahan air. Sistem pengolahan air terdiri dari proses koagulasi-flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. Air yang telah disaring di unit filtrasi pada prinsipnya sudah memenuhi standar kualitas tetapi untuk keperluan menghindari kontaminasi air oleh mikroorganisme selama penyimpanan dan pendistribusian perlu dilakukan proses desinfeksi. Desinfeksi yang umum digunakan adalah dengan cara klorinasi, walaupun ada beberapa cara lain seperti dengan ozon dan ultra violet (UV) yang jarang digunakan. Keefektifan desinfektan dalam membunuh mikroorganisme tergantung pada (AWWA, 1997) : 1.   Jenis desinfektan yang digunakan 2.   Konsentrasi residu desinfektan 3.   Waktu dimana air kontak dengan desinfektan 4.   Temperatur air 5.   pH air, yang mempunyai pengaruh dalam mengnon-aktifkan apabila klorin digun...

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA - KLASIFIKASI BAHAYA & APD (ALAT PELINDUNG DIRI) - K3 - Tehnik Lingkungan - lingkunganjaya

K3 BAHAN-BAHAN KIMIA KLASIFIKASI BAHAYA n   KLASIFIKASI NFPA (NATIONAL FIRE PROTECTION ASSOCIATION ) KESEHATAN (NFPA HEALTH HAZARDS) MUDAH TERBAKAR (NFPA FLAMMABILITY HAZARDS) REAKTIVITAS (NFPA REACTIVITY HAZARDS) TINGKAT BAHAYA THD KES YANG DILAMBANGKAN DG WARNA BIRU n   4 =  BHAN YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK ATAU YANG DAPAT MENIMBULKAN LUKA FATAL MESKIPUN ADA PERTOLONGAN DG SEGERA n   3 = BHN YANG DAPAT MENIMBULKAN AKIBAT SERIUS PADA KETERPAAN JANGKA PENDEK, MESKIPUN ADA PERTOLONGAN SEGERA n   2 = BAHAN YANG PADA KETERPAAN INTENSIF ATAU TERUS MENERUS DAPAT MENIMBULKAN LUKA MESKIPUN TIDAK ADA PERTOLONGAN SEGERA. n   1 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API n   0 = BAHAN YANG TIDAK BERBAHAYA MESKIPUN KENA API KLASIFIKASI FLAMMABILITY n   4 = BAHAN YANG SEGERA MENGUAP DALAM UDARA NORMAL DAN DAPAT TERBAKAR DENGAN CEPAT n   3 = BAHAN CAIR ATAU PADAT YANG DAPAT...